BENTUK-BENTUK PENGORGANISASIAN PSB

BENTUK-BENTUK PENGORGANISASIAN PSB

YUDI HERPANSI

Yang dimaksud dengan pengelolaan adalah bagaimana pengelolaan PSB tersebut. Pengelolaan ini tercermin dalam skema organisasi. Aspek penting dalam pengelolaan ini adalah peralatan, kepemimpinann, dan struktur administrasi lembaga. Di Amerika sendiri hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pelayananan media di kampus telah mencapai kemajuan dari tujuan asalnya dengan modernisasi di semua jurusan. PSB pada pendidikan tinggi memiliki kewajiban membantu semua anggota fakultas yang mengunjunginya (Merrill & Drob : 1977).
1. Prinsip-Prinsip Pengelolaan PSB
a. Prinsip Pengelolaan Pusat Informasi
Dalam membentuk suatu pusat imformasi sebagai salah satu kegiatan PSB beberapa pertanyaan perlu dijawab terlebih dahulu, antara lain :
– Informasi apa yang diperlukan ?
– Siapa yang memerlukan ?
– Apakah memang sering diperlukan ?
– Informasi apa yang sudah tersedia ?
– Adakah informasi dalam bentuk cetakan atau dalam bentuk media lainnya?
Prinsip pengelolaannya adalah sebagai berikut : Laporan-laporan yang diterima dikirim ke unit fasilitas yang menggunakan sistem komputer (puskom) dan mengadakan persiapan untuk penerbitannya. Sebagai data dikirim ke unit reproduksi dokumen untuk dibuat microfilm, microfiche atau fotocopy untuk selanjutnya dikirim ke pusat-pusat referensi tiap fakultas dan sebagian lagi di cetak di percetakan Universitas.
b. Prinsip Pengelolaan Pelayanan
Unsur-unsur yang menyebabkan terjadinya pelayanan di PSB antara lain adalah :
1) Koleksi, dibina untuk dilayankan, bukan untuk hiasan atau pajangan, bagaimana pengembangan serta pengaturannya
2) Fasilitas, bagaimana ragam layanan, sistem, aturan layanan, lokasi penempatan gedung dan lainnya
3) Pelayan/petugas, sebagai jembatan penghubung dapat berupa seorang ahli, teknisi, ataupun asisten teknisi
4) Pemakai, perorangan yang memanfaatkan layanan, dapat seorang ahli, pelajar, mahasiswa atau umum
Ketiadaan salah satu komponen di atas, atau masing-masing berdiri sendiri dtanpa kerja sama yang baik, maka pelayanan tidak dapat tercipta sebgaimana mestinya. Untuk itu diperlukan pelayanan dengan karakteristik berikut :
1) Mudah dimengerti, menggunakan car yang mudah dimengerti oleh pengunjung/pemakai maupun oleh petugas itu sendiri
2) Efisiensi dan ekonomis, menggunakan bahan pelengkap dengan variasi sedikit mungkin
3) Kelambatan yang minimal, mengusahakan tidak ada keterlambatan dalam pelayanan pengunjung
c. Prinsip Pengelolaan Pengembangan Instruksional
Fungsi PSB sebagai pengembangan bahan instruksional secara umum adalah menolong jurusan, staff pengajar secara individual di dalam membuat rancangan dan pemilihan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar, hal ini meliputi :
1) perencanaan kurikulum
2) identifikasi pilihan program instruksional
3) seleksi peralatan dan bahan
4) perkiraan biaya
5) penataran tentang pengembangan sistem instruksional bagi staf pengajar
6) perencanaan program
7) prosedur evaluasi
8) revisi program
Pengembang instruksional yang bekerja di PSB hendaknya memiliki kompetensi dalam bidang pengelolaan dan telah memperoleh pendidikan dan latihan khusus, memiliki pengalaman yang cukup, pengetahuan yang luas, penampilan yang meyakinkan dan menguasai bidang evaluasi. Apabila dirinci, secara garis besar kompetensi yang harus dimiliki oleh pengembang instruksional antara lain adalah : memilih proyek pengembangan instruksional, menggali analisis kebutuhan, merncanakan, menspesifikasi strategi instruksional, sampai memiliki kemampuan untuk menyebarluaskan pengembangan instruksional.
d. Prinsip Pengelolaan Produksi
Fungsi produksi berkaitan dengan penyediaan materi instruksional yang tidak dapat diperoleh melalui sumber komersial. Hal ini meliputi : 1) penyiapan karya seni asli untuk tujuan instruksional, 2) produksi transparansi, produksi fotografi, 3) pelayanan reproduksi fotografi, 4) pemograman, pengeditan, dan reproduksi rekaman pita suara, 5) pemograman, pemeliharaan dan pengembangan sistem televisi kampus. Penjelasan tentang produksi ini meliputi keterampilan produksi grafis, audio, fotografi (diam), film (bergerak), TV dan video dan kombinasi. Adapun tahapan dalam pengelolaan produksi ini adalah :
1) Pengidentifikasian dan analsis masalah komunikasi
2) Perancangan dan produksi pesan
3) Pengadministrasian fasilitas dan personalia produksi media

2. Tipe-Tipe Pusat Sumber Belajar

1. Tipe A

Ketenagaan PSB Tipe A
a. seorang penanggungjawab PSB (kepala sekolah);
b. seorang koordinator PSB;
c. seorang tenaga administrasi;
d. seorang ketua unit pelayanan dan pemeliharaan dibantu pengelola perpustakaan, laboratorium, dan bengkel kerja sesuai kebutuhan sekolah ;
e. seorang ketua unit pengembangan sistem dibantu beberapa tenaga yang memiliki kompetensi di bidang desain pembelajaran, materi pelajaran, dan media;
f. seorang Ketua Unit Pengembangan Media dibantu oleh beberapa tenaga yang memiliki keahlian di bidang media cetak, audiovisual, audio, grafis, dan multimedia.
Sarana dan Prasarana PSB Berbasis Sekolah Tipe A
a. Ruangan:
1) Katalog/resepsionis;
2) Pimpinan/koordinator;
3) Sekretariat;
4) Informasi;
5) Pengembangan Pembelajaran (Instruksional);
6) Pengembangan Media;
7) Evaluasi Produk Media;
8) Peminjaman dan Penyimpanan;
9) Laboratorium;
10) Laboratorium multimedia dan internet; ..
11) Bengkel/Praktek (untuk SMK);
12) Pelatihan;
13) Perpustakaan;
14) Presentasi Media Audiovisual.
b. Peralatan Pendukung:
1) Rak-rak buku;
2) Lemari katalog;
3) Meja dan kursi baca;
4) Meja peminjaman;
5) Meja pelayanan pengguna (front office);
6) Meubeler berupa sofa; dan
7) Meja dan kursi untuk petugas.
c. Peralatan Media:
1) Peralatan Produksi Media:
a) Kamera foto;
b) Kamera video;
c) Video editing;
d) Komputer animasi;
e) Peralatan perekam audio; dan
f) Peralatan produksi untuk media grafis.
2) Peralatan Penyaji (hardware):
a) TV Monitor;
b) VCD/DVD Player;
c) Radio Tape Recorder;
d) OHP;
e) LCD;
f) Komputer; dan
g) Proyektor Slide.
d. Peralatan Laboratorium untuk Biologi, Fisika, Kimia, dan Bahasa.
e. Peralatan Bengkel (untuk SMK):
1) Bengkel bangunan;
2) Bengkel elektronika;
3) Bengkel listrik;
4) Bengkel mesin; dan
5) Bengkel otomotif.
f. Bahan Ajar (Software)
a. Media cetak (buku, jurnal, hasil penelitian, dll).
b. Media non-cetak (audio, video, CD pembelajaran, CAI).
c. Media realia model/tiruan, specimen.
2. Tipe B
Fungsi PSB Tipe B
a. Fungsi Pelayanan dan Pemeliharaan meliputi:
1) kegiatan perpustakaan;
2) kegiatan laboratorium; dan
3) kegiatan pemanfaatan media audiovisual dan pemeliharaannya.
b. Fungsi Pengembangan Media meliputi:
1) media cetak;
2) media audiovisual;
3) multimedia;
4) pengadaan perangkat keras & pemeliharaannya

Lingkup Kerja PSB Tipe B
a. Pengelolaan kegiatan perpustakaan;
b. Pengelolaan kegiatan laboratorium; dan
c. Pengelolaan kegiatan pengembangan media.

Ketenagaan PSB Tipe B
a. 1 orang koordinator PSB.
b. 1 orang tenaga perpustakaan.
c. 1 orang tenaga laboran.
d. 3 orang pengelola kegiatan pengembangan media.
Sarana dan Prasarana PSB Tipe B
a. Ruangan (perpustakaan, laboratorium, dan pengembangan media).
b. Peralatan untuk:
1) Perpustakaan (rak buku, katalog, perangkat komputer, TV monitor, CD/DVD player, radio, tape recorder, OHP, dan LCD).
2) Laboratorium (peralatan laboratorium disesuaikan dengan kebutuhan dan materi pembelajaran)
3) Pengembangan Media (kamera foto, kamera video, komputer animasi, peralatan perekam audio, peralatan produksi untuk media grafis)
Bahan Belajar PSB Tipe B
a. Media Cetak (buku, majalah, surat kabar, referensi, jurnal, hasil penelitian).
b. Media Audiovisual (kaset audio,kaset video, CD/VCD pembelajaran, multimedia)
c. Media Visual (OHT, peta, globe, carta, realia/ model).
d. Media grafis

3. Tipe C
Fungsi PSB Tipe C
Memiliki fungsi pelayanan dan pemeliharaan meliputi pelayanan perpustakaan, laboratorium, pemanfaatan media audio visual, dan pemeliharaan/ perawatan perangkat lunak dan keras.

4. Tipe D

Ketenagaan PSB Tipe D
Jumlah Tenaga:
1) Seorang penanggungjawab PSB (Kepala Sekolah)
2) Seorang koordinator PSB
3) Seorang tenaga admnistrasi
4) Seorang Ketua Unit Pelayanan perpustakaan cetak yang dibantu oleh pengelola perpustakaan.
5) Seorang Ketua Unit Pelayanan Perpustakaan non cetak dibantu oleh pengelola media non cetak.
Sarana dan Prasarana PSB Tipe D
a. Sebuah ruangan yang berfungsi untuk:
1) penyimpanan buku dan layanan perpustakaan;
2) sekretariat; dan
3) pelayanan audiovisual.
b. Peralatan pendukung:
1) rak-rak buku;
2) lemari katalog;
3) meja dan kursi baca;
4) meja peminjaman; dan
5) meja dan kursi untuk petugas.

Sarana dan Prasarana PSB Tipe D
c. Peralatan penyaji (hardware) seperti:
1) TV Monotor;
2) VCD/DVD Player;
3) Radio Tape Recorder;
4) OHP; dan
5) Komputer.

Bahan Ajar (Software) PSB Tipe D
a. Media cetak (buku, jurnal, hasil penelitan, dll);
b. Media non cetak (audio, VCD pembelajaran, CAI);
c. Media realia (model, tiruan, specimen); dan
d. Media grafis.

Daftar Pustaka

1. American Association of School Librarians, ALA and Association for Educational Communications and Technology, Media Programs District and School, 1975.
2. Merrill, Irving R. and Drob, harold, A., Criteria for Panning the Colege and University Learning Resource Center, Washingtong D.C., Association for Educational Communications and Technology,1977.
3. Schmid, William T., Media Center Management: A Paractical Guide, New York, Hasting House, 1980.
4. Tucker, Richard N., The Organisation and Management of Educational Technology, London, Helm, 1979.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: