PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN NEGARA REPUBLIK DEMOKRATIK KOREA DAN SISTEM PENDIDIKAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
A. Pedahuluan
Secara umum, hakekat pendidikan diartikan sebagai upaya mengembangkan kualitas pribadi manusia dan membangun karakter bangsa yang dilandasi nilai-nilai agama, filsafat, psikologi, sosial budaya, dan ipteks yang bermuara pada pembentukan pribadi manusia yang bermoral dan berakhlak mulia serta berbudi luhur. Pendidikan diartikan juga sebagai upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia yang memiliki idealisme nasional dan keunggulan profesional, serta kompetensi yang dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa dan Negara
Setiap bangsa pasti memiliki sistem pendidikan. Dengan sistem pendidikan itu, suatu bangsa mewariskan segala pengalaman, pengetahuan, keterampilan dan sikap, agama dan ciri-ciri watak khusus yang dimilikinya dengan cara tertentu kepada generasi, agar dapat mewariskannya dengan sebaik-baiknya. Melalui sitem pendidikan itu,suatu bangsa dapat memelihara dan mempertahankan nilai-nilai luhur, serta keunggulan-keunggulan mereka dari generasi ke generasi.
Sejalan dengan tumbuhnya ilmu-ilmu sosial pada akhir abad 19 yang dalam perkembangan kemudian tertuju pada pengakuan adanya hubungan yang dinamis antara pendidikan dengan masyarakat atau dengan negara tertentu. Pendidikan dipandang sebagai cerminan dari suatu masyarakat atau bangsa, dan sebaliknya suatu masyarakat atau bangsa dibentuk oleh sistem pendidikannya
Negara-negara modern ialah negara yang telah berkembang menjadi negara industri yang kuat, maju, menguasai ilmu, teknologi, dengan kekayaan dan kesejahteraan yang memadai bagi warganya. Mereka menpunyai industri yang maju,dengan tenaga kerja yang terdidik dengan tingkat keahklian yang tinggi. Kualitas kehidupan,dan keterampilan yang tinggi Keadaan itu hanya dapat dicapai melalui sistem pendidikan yang baik.
Permasalahan Pendidikan Komparatif pada masa ini, adalah memahami interaksi antara pendidikan dan masyarakat antar negara,dengan jalan menganalisa faktor-faktor sejarah dan faktor-faktor konteporer yang membentuk sistem pendidikan suatu bangsa. Pendidikan komparatif membahas perbandingan secara ilmiah, juga mempunyai tujuan untuk melihat persamaan dan perbedaan ,kerja sama, pertukaran pelajar antar bangsa dalam menciptakan pedamaian dunia. Pendapat tersebut sebagai usaha menanamkan dan menumbuh-kembangkan rasa saling pengertian dan kerja sama antar bangsa, demi terpeliharanya perdamaian dunia, melalui peroses pendidikan. Pendidikan komparatif juga diperlukan, untuk melihat kemajuan, kualiatas pendidikan di negara maju dibandingkan dengan dengan negara berkembang Pada tahun 1922, Tajab (1994:29) terbentuklah Federasi Asosiasi Internasional (Word Federation of Education Assosiations) yang bertujuan ;
(1) tergalangnya kerjasama dibidang pendidikan
(2) pengumpulan dan penyebaran informasi tentang pendidikan yang penting-penting,dan
(3) adanya usaha nyata tentang perdamaian dunia
Yang menjadi perhatian dalam pembahasan makalah ini,hanyalah beberapa aspek penting dari sistem pendidikan di Korea Utara dibandingkan pendidikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
B. Pembahasan
Letak Negara, sejarah pendidikan,struktur dan penjenjangan pendidikan,wajib belajar,dan kurikulum.
I. Letak Negara
a) Nama Negara : Republik Demokratik Rakyat Korea
Letak Negara: Pada daratan Asia Timur
Bahasa Resmi : Bahasa Korea
b) Nama negara : Negara Kesesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Letak Negara : Terletak di kawasan Asia Tenggara
Bahasa Resmi: Bahasa Indonesia
Negara-negara tetangga :
sebelah barat Malaysia
sebelah timur Papua Nugini
sebelah Utara Philipina
sebelah selatan Australia
1. Struktur Dan Jenis Pendidikan
Pendidikan di Korea Utara dikendalikan oleh pemerintah dan wajib sampai jenjang menengah pertama. Pendidikan di Korea Utara gratis, dan negara menyediakan bagi para siswa tidak hanya fasilitas pengajaran dan pendidikan gratis, tetapi juga seragam dan buku panduan. Heuristika secara aktif diterapkan untuk membangun kemandirian dan kekreatifan para siswa. Pendidikan di korea Utara menekankan kepada pengetahuan ilmiah dan kemampuan teknik serta wajib memahami ideologi Korea Utara. Anak-anak, remaja, tua, laki-laki, perempuan harus loyal kepada ideologi komunis. Ideologi tidak saja sebagai pengetahuan dan pelajaran tapi harus diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pendidikan wajib berlangsung sebelas tahun, dan melewati satu tahun jenjang pra-sekolah, empat tahun pendidikan dasar dan enam tahun pendidikan menengah. Kurikulum sekolah di Korea Utara terdiri dari pokok-pokok bahasan akademik dan politik.
Sekolah dasar dikenal sebagai sekolah rakyat dan anak-anak belajar di sekolah ini pada umur 6-9 tahun. Mereka kemudian melanjutkan ke sekolah lanjutan umum atau sekolah lanjutan kejuruan, bergantung pada kemampuan masing-masing. Mereka memasuki sekolah lanjutan pada usia sepuluh tahun dan menyelesaikannya pada umur 16 tahun.
Pendidikan tinggi tidaklah wajib di Korea Utara. Tahapan ini terdiri dari dua sistem: pendidikan tinggi akademik dan pendidikan tinggi untuk pendidikan berlanjut. Sistem pendidikan tinggi akademik meliputi tiga jenis lembaga: universitas, sekolah profesional, dan sekolah teknik. Tahap pascasarjana untuk magister dan doktoral diserahkan kepada universitas bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikannya. Dua universitas ternama di Korea Utara adalah Universitas Kim Il-sung dan Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang, kedua-duanya di Pyongyang.
Korea Utara adalah salah satu negara yang paling melek huruf di dunia, dengan proporsi 99%.

Struktur sistem pendidikan di Korea Utara terdiri dari empat sektor;
1. Pendidikan Pra sekolah
2. Pendidikan Dasar
3. Pendidikan Menengah
4. Pendidikan tinggi(Higher Education,HE)
1. Pendidikan Pra Sekolah, Sekolah Dasar dan Menengah
Pendidikan pra sekolah dimulai saat anak berusia 5 tahun dengan lama pendidikan selama 1 tahun dan akan dilanjutkan ke sekolah dasar selama 4 tahun.
Pada tahun 1980-an, terdapat 9.530 sekolah dasar dan sekolah menengah. Pada tahun 1990-an sistem pendidikan mewajibkan sekolah selama 10 tahun. Berdasarkan data yang dikeluarkan pemerintah Korea Utara terdapat 1.49 juta anak bersekolah di sekolah dasar, 2.66 juta pada sekolah menengah. Data ini menunjukkan bahwa perbandingan antara anak-anak di sekolah dasar dan remaja di sekolah menengah sebesar 96 %.
Kurikulum sekolah dasar di tahun 1990-an terdapat keseimbangan antara akademik dan pendidikan politik. Adapun pelajaran akademik adalah; Bahasa Korea, Matematika, Pendidikan Olahraga, Menggambar dan musik serta lebih dari 8 % mempelajari kebesaran Kim Il Sung dan ajaran komunis.
Pada sekolah menengah, subjek politik berorientasi kepada perpaduan kebesaran Kim Il Sung dan ajaran komunis sebagai kebijakan Partai Komunis yang hanya terdiri dari 5,8 % perintah. Buku pelajaran menggunakan bahasa Korea.
Anak-anak pada Pra-sekolah diajarkan tentang tatacara komunis, bermain, membaca tulisan-tulisan Kim Il Sung, mereka juga diharapkan untuk dapat menerima perasaan, feling, kelembutan. Mereka juga diajarkan cara berbicara, tatabahasa dan sikap.
2. Pendidikan Tinggi
Di Korea Utara terdapat beberapa bentuk pendidikan tinggi, pertama, ada 3 universitas utama yaitu, Universitas Kim Il Sung, Universitas teknik Kim Ch’aek, dan Universitas Koryo Sungkyunkwan. Tetapi hanya Universitas Kim Il Sung yang mengadopsi pendidikan barat. Pendidikan di universitas dapat diselessaikan dalam waktu 4 – 5 tahun.
Kedua, Sekolah tinggi adalah pendidikan tinggi khusus dibidang, industri, teknik mesin, teknik elektro, teknik arsitektur, transportasi, hubungan internasional, ekonomi rakyat, bahasa, kesehatan, parmasi, dan pertanian. Pendidikan ini juga bisa diselesaikan dalam waktu 4-5 tahun.
Ketiga, Institusi Pelatihan guru. Untuk dapat mengajar sekolah dasar harus menamatkan pendidikan/training selama 3 tahun, serta 4 tahun pendidikan untuk dapat mengajar sekolah menengah.
Keempat, pendidikan tinggi yang berkaitan dengan pendirian industri, pertanian dan perikanan. Disamping itu juga ada juga diploma teknik otomatis, printing, rel kereta, perdagangan dan bahan bangunan.
II Sejarah Pendidikan di Republik Indonesia
Penduduk Indonesia (Th 1999) 209 Juta, Indonesia adalah negara kepulauan yang jumlahnya 17 ribu. Bangsa Indonesia kini sedang dihadapkan pada persoalan kebangsaan yang sangat krusial dan multidimensional, termasuklah pendidikan. Pada masa kini di seluruh dunia telah timbul pemikiran baru terhadap status pendidikan. Pendidikan diterima dan dihayati sebagai kekayaan yang sangat berharga dan benar-benar produktif, sebab pekerjaan produktif pada masa kini adalah pekerjaan yang didasari pada akal, bukan tangan.
Indonesia adalah negara demokratis berasaskan keyakinan, bahwa satu lembaga politik harus menjamin adanya kebebasan dan persamaan, di samping menjujung tinggi kekuasaan hukum dan sistem perwakilan rakyat dalam parlemen. Maka tugas pokok negara dan pemerintahan di dalam demokrasi ialah:a) melindungi bangsa dan negara terhadap ageri dari luar dan pengrorongan dari dalam yang merusak kesatuan dan persatuan: b) Menegakkan kekuatan hukum dan menjamin keadilan, serta c) Melaksanakan segenap konvensi dan peraturan, agar tercapai ketenangan, ketenteraman, kedamaian dan kesejateraan di dalam negeri, sebab hukum merupakan kekuatan pokok guna menegakkan ketertiban. Maka membimbing rakyat itu harus diartikan sebagai mendidik semua warga mayarakat, anak, orang dewasa dan orang lanjut usia, supaya: bisa berkembang dengan bebas dan maksimal, dan mampu melakukan realisai-diri, bekerja dan hidup sejahtera.
Dalam perjalanan dunia pendidikan Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan telah menerapkan enam kali perubahan kurikulum,yaitu kurikulum 1968, kurikulum 1975, kurikulum 1984, kurikulum 2004, dan yang terakhir KurikulumTingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikeluarkan pemerintah melalui Permen Diknas Nomor 22 tentang standar isi, Permen Nomor 23 tentang standar lulusan, dan Permen Nomor 24 tentang pelaksanaan permen tersebut , tahun 2006..
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan revisi dan pengembngan dari kurikulum Berbasis Kompetensi, atau kurikulum 2004.KTSP lahir karena dianggap KBK masih sarat dengan beban belajar dari pemerintah pusat dalam hal ini Depdiknas masih dipandang terlalu intervensi dalam pengembangan kurikulum. Oleh karena itu , dalam KTSP bahan belajar siswa sedikit berkurang dan tingkat satuan pendidikan(sekolah, guru dan komite sekolah) diberikan kewenangan untuk mengembangkan kurikulum, seperti membuat indikator, silabus, dan beberapa kurikulum lainnya.
Ditinjau dari sudut hukum, definisi pendidikan berdasarkan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 1 ayat (1) yaitu; Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan darinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sedangkan peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.
Pada pasal(16) pendidikan dasar SD/MI, SMP/MTs, pendidikan Menengah SMA/SMK/MTs dan PT agama/PT umum, bila diperjelas maka dibagi sekolah umum, sekolah agama, dan sekolah kejuruan.

Struktur Kurikulum TK 2004
A Pembiasaan Kelas dan Alokasi Waktu
1 Moral dan Nilai-nilai Agama
2 Sosial Emosional/ Kemampuan
B Kemampuan Dasar
1. Berbahasa
2. Kognitif
3. Fisik/motorik
4 .Seni
Struktur Kurikulum SD/MI
No
A. Komponen Mata Pelajaran Kelas dan Alokasi Waktu
I II III IV V VI
1 Pendidikan Agama
2 Pendidikan kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia
4 Matematika
5 Ilmu Pengetahuan Alam
6 Ilmu pengetahuan Sosial
7 Seni Budaya dan keterampilan
8 Pendidikan Olahraga dan Kesehatan
B. Muatan Lokal
C. pengembangan Diri

Struktur Kurikulum SMP
No
A. Komponen Mata Pelajaran Kelas dan Alokasi Waktu
VI VII VIII
1 Pendidikan Agama
2 Pendidikan kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia
4 Bahasa Inggris
5 Matematika
6 Ilmu Pengetahuan Alam
7 Ilmu pengetahuan Sosial
8 Seni Budaya dan keterampilan
9 Pendidikan Olahraga dan Kesehatan
Teknologi Informasi dan komputer
B. Muatan Lokal
C. pengembangan Diri

Kurikulum SMA
No
A. Komponen Mata Pelajaran Kelas dan Alokasi Waktu
X XI XII
1 Pendidikan Agama
2 Pendidikan kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia
4 Bahasa Inggris
5 Matematika
6 Ilmu Pengetahuan Alam
7 Ilmu pengetahuan Sosial
8 Seni Budaya dan keterampilan
9 Pendidikan Olahraga dan Kesehatan
Teknologi Informasi dan komputer
B. Muatan Lokal
C. pengembangan Diri
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan bentuk implimentasi dari UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang dijabarkan ke dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan,yaitu:
(1) Standar Isi, (2) Standar Proses,(3) Standar Kompetensi Lulusan,(4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan,(5) Standa Sarana dan Prasarna,(6) Standar Pengelolaan ,(7)Standar Pembiayaan , dan (8) Standar Penilaian Pendidikan.
Struktur, Jenjang, jenis Pendidikan Tinggi berdasarkan UU No 20 Tahun 2003 adalah sebagai berikut,
1,Diploma ,waktu 3 tahun
2.Sekolah Tinggi,dan Akademi,waktu 4 tahun dan 3 tahun
3.Institut,waktu 4 Tahun,melaksanakan pendidikan sama dengan universitas
4.Universitas,melaksanakan pendidikan pada Jenjang Diploma I,Diploma II,
Diploma III, Diploma IV, Sarjana I, Sarjana 2 (Magister),dan S3 (Doktor)
C. Kesimpulan
1. Pendidikan Taman Kanak-kanak/pra sekolah di Korea Utara merupakan program pemerintah yang di tetapkan berdasarkan Undang-undang dari Negara,batas masuk TK minimal 5 tahun ,dan pembiayaan dilakukan pemerintah. Di Indonesia sekolah Taman kanak-kanak belum menjadi program wajib pemerintah, kalaupun lain ada pembiayaannya masih dibebankan kepada masyarakat dan pemerintah.
2. Pendidikan Dasar yang mencakup Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama,bila dilihat dari kedua negara, dilihat pada jenjang SD, dari jumlah mata pelajaran,ternyata SD di Korea Utara di bandingkan SD di Indonesia ,mata pelajarannya lebih sedikit. Bila diperhatikan perbedaan ada pada Mata Pelajaran Agama. Indonesia adalah negara yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, manusianya memahami ajaran Agama sesuai dengan Kepercayaan yang diyakininya. Korea Utara adalah negara yang berlandaskan ideologi komunis. Kemudian perbedaan mata pelajaran lain adalah berkaitan dengan ideologi, di Korea Utara ditanamkan dengan kuat, sementara di Indonesia sudah memudar.
3. Dari asfek pembiayaan, di Korea Utara sekolah gratis, bahkan pakaian seragam dan buku disediakan negara. Sementara di indonesia, pembiayaan masih menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
4. Pada pendidikan Sekolah Menengah Umum di negara Korea Utara ,Mata pelajaran jauh lebih sedikit dibanding dengan Indonesia
5. Sejarah pendidikan antara kedua negara ada persamaan, bahwa negara bertanggung jawab terhadap pendidikan rakyatnya, terutama pada anak bangsa, mulai sekolah dasar, sampai pada sekolah tinggi. Pendidikan dijadikan dasar dalam membetuk pembangunan bangsa dan negara
6. Sistem manajemen pendidikan di Korea Utara tersentralisasi, mulai dari level pusat, provinsi, kabupaten, kota.
7. Pengelolaan pendidikan di Indonesia merupakan tanggung jawab pemerintah pusat Menteri Pendidikan Nasional, pemerintah Daerah Provinsi, pemerintah Kabupaten/Kota. Ketentuan yang menyangkut pendidikan diatur dalam UU RI No.20 TH 2003 tentang Sisdiknas. Pelaksanaan desentralisasi pendidikan nasional berarti memberikan keluasan kepada pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat.

Daftar Pustaka
Undang-undang RI No.20 TH. 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, 2003. Eka Jaya.Jakarta.
http://id.wikipedia.org/wiki/Korea_Utara#Pendidikan
http://www.dailynk.com/english/read.php?cataId=nk00100&num=2653
http://countrystudies.us/north-korea/42.
http://one.indoskripsi.com/node/317
http://pangkalanpanji.blogspot.com/2009/06/pendidikan-komparatif.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: